Mendampingi anak..
dailly life No Comments »Dalam sebuah pertemuan orang tua dan guru, seorang ibu mengacungkan jari dan melakukan sharing demikian : ‘anak saya mengirimkan surat kepada saya bahwa dia akan masuk ke jurusan ipa untuk membuat ibu saya bangga’ Lalu ibu itu mengatakan :’ saya mungkin melakukan kekeliruan dalam mengarahkan anak saya, dalam bayangan saya sebagai ortu, kalau anak memilih jurusan ipa maka dia memiliki jumlah pilihan yang banyak kalau mau masuk universitas. sedangkan anak saya mengatakan bahwa dia amat sangat menginginkan mengembangkan TIK (teknologi-informasi dan komunikasi). Nah kalau masuk TIK ini berarti masuk jurusan bahasa’ "Anak saya itu juga bergaul dengan teman2 nya yang dikenal pintar di sekolah, lalu saya bertanya : kok kamu ga bisa seperti mereka " Lalu anak saya menjawab : aku khan berbeda dengan mereka ibu ! "APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN" tanya ibu tersebut.
Kepala pertemuan menjawab : seorang anam memang sebaiknya dibebaskan dalam memilih jurusan yang diinginkan. Ada anak yang sebenarnya bisa masuk ipa, tetapi dia memilih masuk ips dan ternyata berkembang dengan bagus. Bahkan ada anak2 di kelas bahasa, yang sebenarnya nilainya cukup untuk masuk ipa tetapi dia memilih jurusan bahasa dan sekarang pun malah eksis dengan pelajaran yang ada dan dia juara. Minat seseorang memang sebaiknya ditumbuhkan dan ditemu kenali oleh calon pelaku !
Kalau kita memiliki anak yang kebetulan sejalan dengan cita-cita atau angan-angan kita…itu merupakan ANUGERAH. Tetapi kalau anak2 kita memilih untuk berjalan pada kehidupan yang tidak sepenuhnya tidak sama dengan cita2 ortu bagaimana ? Itupun tetap ANUGERAH khan ? sebagai ortu kita perlu ingat dengan filosofi KH Dewantara yaitu Tut Wuri Handayani, sebagai ortu kita harus mendorong anak untuk maju. Saya teringat dengan seorang teman yang bekerja di perhotelan, dia mengatakan : ‘dari semua pelajaran yang kudapatkan, bahasa Inggris adalah yang paling kusukai. jadi aku memilih kuliah D3 di tempat yang berurusan dengan bahasa Inggris dan supaya cepat kerja’ Jadilah di amemilih D3 Pariwisata, di mana bahasa merupakan salah satu unsur penting di situ. Dan ternyata pilihannya tepat, saat ini dia bekerja di hotel dengan gaji yang lebih dari cukup, terbukti dia sudah memiliki rumah bagus, kendaraan bagus dan anak bersekolah di tempat yang bagus pula.
Ketepatan pemilihan memang seharusnya dilakukan oleh calon pelaku. Kalau itu adalah anak kita, maka anaklah yang sebaiknya memutuskan jurusan mana yang akan dipilih. Tugas ortu adalah mendampingi anak dan memfasilitasi berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam menunjang pilihan hidupnya tersebut.
yw-motivation