Seorang anak merupakan cermin bagi kita orang tuanya. Kalau kita memiliki anak yang rajin, tentunya kita akan dengan bangga mengatakan “siapa dulu dong bapaknya atau siapa dulu dong ibunya”; namun kalau anak kita itu sangat bandel, bodoh dan selalu membuat trobel, mungkin kita akan bertanya “sifatnya menurun dari siapa ya ? kayaknya bukan dari saya deh”.

Kalau kita memiliki anak seperti yang pertama, dengan bangga kita akan klaim bahwa itu sesuai dengan orang tuanya; sedangkan kalau anak kita seperti yang kedua, maka buru-buru kita bertanya atau mencela, ‘itu anak keturunan sifatnya dari mana?”. Terdapat hal yang kita lupakan, siapapun dia, anak merupakah buah cinta dari kita suami istri. Mau rajin, pandai, nakal, bikin trobel, dia tetaplah anak kita, ‘buah cinta’ kita.

Anak adalah ‘cermin’ bagi kita……………..

yw-motivation

Bookmark and Share